Menjawab Kritik Publik, Walikota Farhan Genjot Perbaikan 17 Ruas Jalan Prioritas di Bandung

BANDUNG – Menghadapi triwulan kedua tahun 2026, Pemerintah Kota Bandung menempatkan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas tertinggi. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara tegas menginstruksikan jajarannya untuk segera mengeksekusi perbaikan di 17 ruas jalan utama guna merespons gelombang kritik masyarakat terkait kondisi akses publik yang dinilai belum optimal.

Dalam arahannya saat Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (30/3/2026), Farhan menunjukkan sikap empati sekaligus tegas terhadap keluhan warga. Ia mengakui bahwa aspirasi masyarakat merupakan alarm keras bagi birokrasi untuk segera bertindak nyata di lapangan.

“Kritik dari masyarakat tentang perbaikan infrastruktur yang belum terwujud, tentu saja membuat telinga kita terasa merah, hati kita pun terasa panas,” ujar Farhan di hadapan para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Secara sosiopolitis, langkah Farhan menggenjot infrastruktur di awal triwulan kedua ini merupakan strategi krusial untuk menjaga stabilitas kepercayaan publik (public trust). Bandung, sebagai kota jasa dan pariwisata, sangat bergantung pada kualitas konektivitas jalan. Penundaan perbaikan tidak hanya berdampak pada kemacetan, tetapi juga pada citra pemerintah di mata warga dan wisatawan.

Farhan menyadari betul risiko politik dan sosial jika proyek ini meleset dari target. “Apabila dalam triwulan kedua kita belum berhasil, maka kita akan menghadapi ancaman ketidakpercayaan masyarakat yang sangat besar,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa proyek 17 ruas jalan ini bukan sekadar agenda rutin dinas, melainkan pertaruhan kredibilitas kepemimpinannya.

Guna memastikan proyek tidak terkendala birokrasi, Walikota memberikan mandat khusus kepada Sekretaris Daerah dan Asisten II untuk melakukan pengawasan melekat. Proses perbaikan dilaporkan telah memasuki tahap persiapan akhir dan akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Farhan menuntut hasil yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa ada ruang untuk kegagalan teknis. “Kita betul-betul menunggu hasil nyata kerja kita pada triwulan kedua ini,” tambahnya.

Melalui instruksi ini, Pemkot Bandung diharapkan mampu mentransformasi kritik menjadi prestasi infrastruktur. Kini, publik menanti apakah gerak cepat di meja apel ini akan diikuti dengan kualitas pengerjaan jalan yang tahan lama di lapangan, mengingat cuaca dan beban kendaraan di Kota Kembang tetap menjadi tantangan teknis utama bagi Dinas Pekerjaan Umum.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *