Pemkot Bandung Perkuat Pencegahan Bunuh Diri dengan Layanan Psikolog dan Pengawasan Pasupati

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung meningkatkan upaya pencegahan bunuh diri menyusul meningkatnya kasus percobaan bunuh diri, terutama di Jembatan Pasupati. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menilai fenomena ini mencerminkan tingginya tekanan mental dan depresi yang dialami warga.

“Hampir setiap minggu selalu ada warga yang mencoba bunuh diri, khususnya di Pasupati. Ini menunjukkan masalah kesehatan mental masyarakat sudah tidak bisa diabaikan,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Senin (9/3/2026).

Upaya pencegahan saat ini dilakukan melalui patroli gabungan Forkopimcam Bandung Wetan, melibatkan kecamatan, Koramil, Polsek, dan Linmas. Dalam dua pekan terakhir, tercatat lima percobaan bunuh diri berhasil digagalkan berkat patroli dan intervensi warga. Namun, keterbatasan personel membuat pengawasan fisik tidak selalu efektif.

Untuk menangani akar masalah, Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan kesehatan mental. Berdasarkan survei, sekitar 75 ribu pelajar dari SD hingga SMA di Kota Bandung mengalami stres ringan hingga depresi berat. Farhan menekankan, tindakan bunuh diri jarang terjadi spontan, melainkan akibat depresi jangka panjang.

Sebagai langkah strategis, Pemkot tengah menunggu program Kementerian Kesehatan yang menempatkan psikolog klinis di puskesmas. Layanan ini akan memfasilitasi masyarakat mengakses konseling psikologis, sekaligus melatih guru BK mendeteksi gangguan mental pada murid. Implementasi akan dilakukan secara bertahap, karena keterbatasan jumlah tenaga psikolog di 80 puskesmas.

Selain pendekatan psikologis, Pemkot sedang mengkaji pengamanan fisik di Jembatan Pasupati, termasuk pemasangan CCTV dan kemungkinan sistem pengaman tambahan. Farhan menekankan kajian teknis diperlukan agar solusi aman dan efektif.

Camat Bandung Wetan, Rizka Aryani, menegaskan bahwa penanganan kesehatan mental menjadi inti pencegahan. “Ini bukan hanya soal pengamanan fisik. Masalah mental health warga harus ditangani bersama, dari pemerintah hingga masyarakat,” ujarnya.

Program terpadu ini diharapkan menekan angka percobaan bunuh diri sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental, menjadikan Bandung kota yang aman dan peduli bagi warganya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *