SUKABUMI – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diterjang oleh 15 bencana dalam waktu satu hari pada Minggu (11/1/2026), akibat cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut. Dari banjir hingga tanah longsor, berbagai peristiwa bencana terjadi hampir sepanjang hari, mengakibatkan kerusakan infrastruktur vital dan menutup sejumlah akses jalan provinsi.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, bencana-bencana ini tersebar di berbagai kecamatan, dimulai sejak pukul 07.10 WIB dan berlangsung hingga sore hari. “Berdasarkan laporan harian petugas di lapangan, total ada 15 kejadian bencana hari ini. Semuanya tersebar di beberapa kecamatan,” kata Daeng Sutisna, Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi.
Salah satu kejadian yang paling parah terjadi di Kecamatan Cidolog, di mana tanah longsor menutup akses jalan provinsi di Kampung Cikarae, Desa Cipamingkis. “Jalan provinsi tertutup material longsoran sehingga kendaraan roda empat tidak bisa lewat. Petugas kami langsung berupaya membersihkan material longsor di lokasi,” tambah Daeng. Longsor besar ini juga berdampak pada kecamatan-kecamatan lainnya, termasuk Ciemas dan Palabuhanratu, dimana banjir merendam pemukiman warga.
Selain longsor, banjir juga menggenangi ruas jalan provinsi di Desa Mekarsakti dan Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas. Sementara itu, kecamatan lainnya seperti Kabandungan dan Cisaat juga dilanda cuaca ekstrem, menambah panjang daftar wilayah yang terimbas bencana.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, beberapa warga dilaporkan terdampak. Di Kecamatan Kabandungan, longsor menimpa satu keluarga yang terdiri dari empat jiwa. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Cisaat, di mana satu keluarga lainnya terjebak dalam bencana. BPBD mencatat bahwa di Palabuhanratu, Kampung Kutamekar, wilayah rawan banjir, kembali terendam.
Proses penanganan di beberapa titik longsor memerlukan alat berat, terutama di kecamatan Nyalindung dan Simpenan. “Tim di lapangan, baik P2BK, TNI, Polri, dan relawan terus berkoordinasi. Kami juga meminta bantuan alat berat seperti backhoe dan gergaji mesin untuk penanganan yang lebih cepat,” ungkap Daeng.
Kejadian yang mengakibatkan lumpuhnya jalan provinsi ini membuka mata akan perlunya kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Dengan curah hujan yang terus meningkat, seluruh pihak harus lebih proaktif dalam menyiapkan langkah mitigasi bencana, termasuk perbaikan infrastruktur yang rentan terhadap longsor dan banjir.
BPBD Kabupaten Sukabumi terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat proses pemulihan dan penanganan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti imbauan dari petugas guna menghindari korban lebih lanjut.


