Realisasi Investasi Jawa Barat Tembus Rp296,8 Triliun, Tertinggi Secara Nasional

BANDUNG Provinsi Jawa Barat kembali mencatatkan kinerja unggul di tingkat nasional. Sepanjang 2025, realisasi investasi di Jawa Barat mencapai Rp296,8 triliun atau setara 109,9 persen dari target, menjadikannya provinsi dengan nilai investasi terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 251,14 triliun. Dengan demikian, investasi di Jawa Barat tumbuh 18,21 persen secara tahunan, mencerminkan daya tarik daerah ini di tengah dinamika ekonomi global.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah. Menurutnya, keberhasilan melampaui target investasi menunjukkan kepercayaan investor yang tetap terjaga, sekaligus menegaskan posisi Jawa Barat sebagai magnet utama investasi nasional.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya memastikan investasi di Jabar aman dan mudah sehingga dipercaya investor,” kata Dedi dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

Dari sisi komposisi, realisasi investasi Jawa Barat ditopang secara relatif seimbang oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 147,02 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp149,8 triliun. Keseimbangan ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada modal asing, tetapi juga diperkuat oleh peran pelaku usaha domestik.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap derasnya investasi yang masuk dapat berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta percepatan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah. Untuk menjaga keberlanjutan, Pemprov Jabar juga berkomitmen memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, reformasi birokrasi, dan penguatan infrastruktur pendukung seperti kawasan industri dan konektivitas antar wilayah.

Dedi menegaskan, keterbukaan terhadap investasi tetap harus sejalan dengan prinsip pelestarian lingkungan dan penghormatan terhadap kearifan lokal. “Jawa Barat terbuka bagi investasi, tetapi tetap berpijak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Capaian ini menempatkan Jawa Barat bukan hanya sebagai lokomotif investasi nasional, tetapi juga sebagai penopang penting pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *