BANDUNG — Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan Jawa Barat memiliki peluang besar untuk menjadi pionir pengembangan ekonomi syariah, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung global. Optimisme itu disampaikan Erwan saat menghadiri konferensi pers Hijabfest x Jabar Halal Fair 2026 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Bandung, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Erwan, Jawa Barat memegang posisi strategis dalam peta ekonomi syariah Indonesia. Ia menilai perkembangan ekonomi syariah nasional tidak bisa dilepaskan dari laju pertumbuhan sektor halal di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia itu.
“Jawa Barat ini menjadi pionir untuk perkembangan ekonomi syariah Indonesia dan dunia. Dunia melihat perkembangan ekonomi syariah Indonesia, dan Indonesia melihat bagaimana perkembangan ekonomi syariah di Jawa Barat,” ujar Erwan.
Ia menekankan, besarnya potensi tersebut tidak akan berkembang maksimal tanpa kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, UMKM, akademisi, hingga lembaga keuangan syariah. Menurut dia, penguatan industri halal tidak bisa dijalankan secara sendiri-sendiri.
Erwan juga menyoroti pentingnya Kota Bandung sebagai salah satu simpul utama industri halal Jawa Barat, terutama di sektor fesyen muslim. Predikat Bandung sebagai Paris van Java, kata dia, menjadi modal kuat untuk memperluas pengaruh industri fesyen halal dari level lokal ke pasar yang lebih luas.
Pada 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menerbitkan sekitar 800 ribu sertifikat halal yang mencakup sekitar 2 juta produk. Tahun ini, pemerintah menargetkan penambahan lebih dari 600 ribu sertifikat halal baru. Hingga kini, sekitar 640 ribu sertifikat disebut telah siap diterbitkan pada 2026.
Selain mengejar angka sertifikasi, Erwan menegaskan kewajiban sertifikasi halal, terutama di kawasan wisata. Langkah itu dinilai penting agar wisatawan muslim merasa aman dan nyaman saat berbelanja maupun menggunakan layanan di Jawa Barat.
Ia mengingatkan, negara-negara dengan penduduk muslim minoritas seperti Korea, China, dan Jepang mulai agresif mengembangkan layanan halal. Karena itu, Jawa Barat, menurutnya, tidak boleh tertinggal di rumah sendiri.
“Jawa Barat harus menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah dan industri halal,” kata Erwan.


