PANGANDARAN – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran pada Rabu (18/2/2026) pukul 01.00.51 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di laut, sekitar 94 kilometer barat daya Pangandaran, tepatnya pada koordinat 8,46 Lintang Selatan dan 108,11 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG melaporkan bahwa gempa dirasakan dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity) di Pangandaran dan Tasikmalaya, yang menunjukkan getaran kuat di dalam rumah oleh banyak orang, terutama saat kondisi diam. Intensitas ini juga menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang, meskipun belum menimbulkan kerusakan bangunan.
Di wilayah sekitar, getaran juga dirasakan di Garut dengan skala II-III MMI, sementara Ciamis dan Kabupaten Bandung merasakan getaran dengan skala II MMI. Intensitas II MMI menunjukkan getaran yang lebih lemah, hanya dirasakan sebagian orang di dalam ruangan tanpa menimbulkan dampak kerusakan.
Meskipun gempa ini cukup terasa di beberapa wilayah, BMKG memastikan tidak ada laporan kerusakan besar atau korban jiwa akibat kejadian tersebut. Kejadian ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi gempa di wilayah selatan Jawa, yang rawan gempa tektonik mengingat kedekatannya dengan zona subduksi.
BMKG terus memantau kondisi geofisika di wilayah tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama dengan kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi. Masyarakat juga diingatkan untuk mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait langkah-langkah mitigasi bencana dan keselamatan diri.


