Farhan Rombak Jabatan Empat Kepala Dinas Pemkot Bandung, Kadiskominfo Dapat Tugas Berat

BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melakukan rotasi besar-besaran di lingkungan Pemkot Bandung dengan merombak empat jabatan kepala dinas. Pelantikan digelar di Balai Kota Bandung, Senin (23/2/2026), dan memunculkan beberapa perubahan strategis dalam struktur pemerintahan kota.

“Posisi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung yang sebelumnya dijabat oleh Yayan Ahmad Brilyana kini digantikan oleh Henryco Arie Safiie, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Bapenda Kota Bandung,” ujar Farhan dalam keterangan resmi. Yayan Ahmad kini dipercaya menjadi Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), menggantikan Andri Darusman yang dipindah ke posisi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Lebih lanjut, Farhan menjelaskan bahwa Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Agus Slamet, juga mengalami rotasi dan kini menduduki posisi Asisten III Administrasi pada Setda Kota Bandung. “Kepala BKAD kosong, sementara dirangkap dulu sama Pak Agus, sambil saya menentukan talenta terbaik untuk menjadi kepala BKAD yang baru,” jelas Farhan.

Mengenai tugas yang diemban oleh Kadiskominfo yang baru, Farhan menekankan tantangan besar yang harus dihadapi. “Kadiskominfo ini memiliki pekerjaan besar, salah satunya adalah menurunkan kabel udara ke bawah tanah tanpa mengganggu mobilitas masyarakat. Ini pekerjaan yang tidak ringan sama sekali,” katanya. Selain itu, Farhan juga menyoroti pentingnya pengamanan cyber security yang menjadi tantangan utama di era digital ini.

“Cyber security adalah tantangan besar. Siapapun dapat melakukan disrupsi dalam pengamanan data, dan kita tidak boleh merasa nyaman dengan kondisi yang ada sekarang,” lanjut Farhan.

Farhan juga menekankan pentingnya kualitas penempatan tenaga kerja di sektor formal, yang diharapkan dapat menurunkan tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kualitas penempatan kerja sangat penting, karena itu sangat bergantung pada jumlah orang yang berhasil masuk ke sektor formal,” tutup Farhan.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan serta mendukung transformasi menuju kota Bandung yang lebih modern dan terhubung dengan perkembangan digital global.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *