Investor Kuwait Lirik Sumedang, Bidik Peternakan Ayam dan Perkebunan Kopi

SUMEDANG Kabupaten Sumedang kembali dilirik investor internasional. Kali ini, pengusaha asal Kuwait menyatakan ketertarikannya menanamkan modal di sektor peternakan ayam dan perkebunan kopi yang dinilai memiliki prospek kuat di daerah tersebut.

Ketertarikan itu mengemuka saat Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima kunjungan Kuwaiti Business Leader Husain Ali Alrasid di Command Center Pusat Pemerintah Sumedang, Sabtu (31/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Dony memaparkan potensi investasi Sumedang sekaligus memperlihatkan sistem digitalisasi pemerintahan yang disebut menjadi bagian dari upaya transparansi dan kemudahan layanan bagi investor.

“Setiap peluang investasi di Sumedang sudah didukung data yang transparan dan regulasi yang jelas. Ini kami siapkan untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” kata Dony.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah membuka ruang kerja sama yang lebih luas, tidak hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga sosial dan keagamaan. Salah satu peluang kolaborasi yang disebutkan adalah rencana pembangunan fasilitas ibadah di Sumedang.

“Kami juga membuka peluang kerja sama di bidang sosial. Insyaallah, ke depan ada rencana pembangunan masjid di Sumedang,” ujarnya.

Sementara itu, Husain mengaku terkesan dengan tata kelola pemerintahan Sumedang yang ia nilai terbuka dan modern. Ia mengatakan tidak semua daerah memiliki sistem pengelolaan yang sejelas yang ditampilkan dalam paparan pemerintah daerah.

“Sumedang ini sangat transparan. Tidak semua pemimpin bisa membangun sistem seperti yang dilakukan Pak Dony,” ujar Husain.

Menurut Husain, selain potensi peternakan dan perkebunan, Sumedang juga memiliki keunggulan dari sisi geografis serta kepemimpinan daerah yang mampu membangun kepercayaan investor. Ia bahkan menyatakan keinginannya untuk kembali berkunjung guna melihat lebih jauh potensi pariwisata yang dimiliki Sumedang.

“Informasi hari ini benar-benar mengubah pandangan kami tentang Indonesia. Kami baru mengetahui ada daerah dengan sistem dan potensi seperti ini,” katanya.

Meski kerja sama investasi masih dalam tahap penjajakan, Husain menegaskan komitmennya untuk tetap menjalin hubungan dengan pemerintah daerah, termasuk melalui bantuan dan dukungan di berbagai bidang. Ia menyebut penguatan relasi diperlukan agar peluang kerja sama dapat berkembang, baik untuk investasi dan usaha maupun kegiatan sosial dan keagamaan.

“Ke depan, kerja sama ini perlu terus diperkuat, baik dalam investasi, usaha, maupun kegiatan sosial dan keagamaan,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *