SUMEDANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengerahkan alat berat untuk menangani longsor yang terjadi di pabrik air kemasan di Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Sumedang. Longsor tersebut dilaporkan memiliki ketinggian sekitar 20-25 meter dengan lebar 18-20 meter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang Bambang Rianto mengatakan pengerahan alat berat dilakukan karena skala longsoran cukup besar. “Mengingat tinggi longsoran diperkirakan sekitar 20 hingga 25 meter, dengan lebar sekitar 18 hingga 20 meter. Sistem dan cara bertindak telah disepakati oleh tim gabungan dan diinformasikan kepada operator alat berat,” ujar Bambang di Sumedang, Senin (19/1/2026).
BPBD mencatat dalam kejadian tersebut terdapat satu pekerja yang mengalami luka ringan akibat tertimpa material longsor. Korban telah mendapatkan penanganan medis dan dalam kondisi sadar. “Informasi sementara terdapat satu korban atas nama Ohid Nugraha, usia 50 tahun. Kondisinya mengalami luka akibat tertimpa material, namun dalam kondisi sadar dan tidak apa-apa,” kata Bambang.
Bambang menjelaskan longsor terjadi pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB dan berlangsung sebanyak tiga kali, yaitu dua longsoran kecil dan satu longsoran besar yang terjadi pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
BPBD bersama tim gabungan melakukan penanganan di lokasi dengan mengutamakan keselamatan petugas serta memastikan proses pembersihan material dilakukan sesuai prosedur yang telah disepakati. Hingga penanganan berlangsung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


