BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung menargetkan sektor pariwisata tumbuh 20 persen pada 2026. Target ini disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-55 Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia pada 7 Januari 2026. Farhan menyatakan bahwa sektor pariwisata akan dibangun secara berkelanjutan dan bertahap, dengan tujuan agar memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha lokal dan masyarakat.
Wali Kota Farhan menegaskan bahwa pemerintah tidak melihat pariwisata hanya sebagai mesin fiskal jangka pendek. “Kami harus membesarkan dulu kapasitas industri dan merealisasikan potensi yang ada. Kalau industrinya sudah kuat, barulah kita bicara bagaimana peluang itu menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya. Menurut Farhan, pembangunan ekosistem pariwisata sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, layanan, dan pelaku usaha, yang harus berfungsi dengan baik untuk memastikan kepuasan wisatawan.
Pemkot Bandung berfokus pada peran sebagai fasilitator dan regulator, bukan sebagai penggerak utama industri. Farhan menyatakan bahwa jika pemerintah terlalu mendominasi, industri pariwisata bisa terganggu. Target 20 persen ini tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari lama tinggal dan nilai belanja wisata, yang diharapkan akan mempercepat perputaran ekonomi lokal.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian kota secara lebih luas. Farhan optimistis, jika sektor pariwisata tumbuh 20 persen, baik pelaku industri maupun wisatawan akan merasakan manfaatnya, yang pada gilirannya akan menguntungkan kota Bandung.
