KUNINGAN – Aparat gabungan TNI dan Polisi Hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berhasil menggagalkan aksi pembalakan liar di kawasan hutan lindung Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan satu unit truk bermuatan kayu ilegal jenis sono keling, meski para pelaku berhasil melarikan diri memanfaatkan kondisi malam.
Pengungkapan kasus illegal logging ini berawal dari patroli rutin tim gabungan Babinsa Koramil Pancalang dan jajaran Polhut TNGC pada Rabu (7/1) sekitar pukul 14.30 WIB di Blok Cileutik, Desa Singkup. Saat itu, petugas mencurigai sebuah truk yang melintas di sekitar kawasan hutan lindung. Namun, petugas tidak langsung melakukan penindakan dan memilih melakukan pemantauan intensif dari kejauhan.
Sekitar pukul 22.00 WIB, tim kembali menyusuri kawasan Hutan TNGC dengan menempuh jarak sekitar dua kilometer. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika pada Kamis (8/1) pukul 00.20 WIB, truk mencurigakan ditemukan terparkir di Blok Panjaroma, Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan. Namun, saat petugas mendekat untuk melakukan penyergapan, para pelaku beserta sopir truk langsung kabur meninggalkan kendaraan dan muatan kayu.
Meski para pelaku berhasil meloloskan diri, aparat gabungan tetap sukses mengamankan barang bukti berupa satu unit truk bernomor polisi AA 8249 IF yang mengangkut sekitar 20 batang kayu sono keling dengan panjang rata-rata satu meter. Kayu-kayu tersebut diduga kuat berasal dari kawasan hutan TNGC yang dilindungi negara.
Babinsa Koramil Pancalang, Sertu Joko, membenarkan keberhasilan pengamanan tersebut.
“Dari hasil penyergapan yang kami lakukan, kami berhasil mengamankan satu unit truk bermuatan kayu Sono Keling sebanyak kurang lebih 20 batang,” ujar Sertu Joko.
Operasi ini melibatkan satu personal Babinsa Koramil Pancalang dan sembilan personel Polhut TNGC yang dipimpin langsung Kepala Resort TNGC, Hamdan. Untuk mendukung operasi di medan gelap dan sulit, tim dilengkapi dua pucuk senjata api stayer, senjata tajam berupa golok, serta drone thermal milik Polhut TNGC.
Hingga saat ini, barang bukti masih berada di lokasi kejadian dan belum dievakuasi karena keterbatasan personal serta kondisi medan yang sulit dijangkau pada dini hari. Aparat menyatakan akan melanjutkan proses evakuasi dan penyelidikan guna mengungkap pelaku pembalakan liar tersebut.
Aksi tegas aparat gabungan ini menegaskan komitmen TNI dan Polhut TNGC dalam menjaga kelestarian hutan serta memberantas praktik illegal logging yang mengancam kawasan konservasi Gunung Ciremai.


